Minggu, 16 Mei 2010

Partisipan Cabup Batal - Sekretariat Dewan Akui Kurang Setuju

Tunggu komitmen Cabup: Sucipto (kiri) dan Slamet (doc.Ra-Tu)



Trenggalek (prigibeach.com) - Surat dari DPRD Trenggalek yang meminta dana partisipasi dari tiga calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup), yang nilainya masing-masing Rp 57 juta, kemarin (14/5) dibatalkan dengan berbagai alasan. Sekretaris DPRD Trenggalek Mahfud Efendi mengaku, surat permintaan dana partisipan dibatalkan karena alasan utama soal keamanan dan ketersediaan biaya. Lanjut Mahfud, memang awalnya penarikan dana itu karena dalam kampanye mengundang masa lebih banyak. Rencananya, kampanye perdana masing-masing calon diperkenankan membawa 500 pendukung sehingga total undangan ada dua ribu orang.

Dengan adanya massa ribuan, maka dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Konflik antarpendukung kan rawan," terangnya. Selain itu, dengan mendatangkan ribuan orang, dana yang dibutuhkan juga banyak. Termasuk untuk konsumsi, cetak undangan, publikasi dan lainnya. Pertimbangan lain, kata Mahfud, daya tampung gedung dewan sendiri tidak cukup. Juga tingkat keefektifan penyampaian visi misi dari masing-masing calon belum tentu bisa tersampaikan ke seluruh masyarakat Trenggalek.

Sebagai gantinya, acara paripurna dengan agenda penyampaian visi misi masing-masing cabup dan cawabup pada Minggu (16/5), dengan berbagai pertimbangan tersebut akhirnya hanya mengundang 600 orang. Dan acara tersebut menggunakan dana pos anggaran kesekretariatan DPRD Trenggalek sebesar Rp 15 juta. Dia menjelaskan, keputusan meminta uang partisipan dari masing-masing calon sebenarnya mengacu pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Trenggalek 2005. Dimana masing-masing calon juga dimintai dana partisipan.

Namun untuk jumlahnya dia tidak mengetahui secara persis. Lantas bagaimana prosedur pembatalan surat permintaan itu? Dia menegaskan, akan menyerahkan kepada Ketua DPRD Trenggalek, langkah apa yang akan diambil. "Karena dari semula kami memang tidak setuju dengan surat tersebut,"tegasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Trenggalek Akbar Abbas ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin sekitar pukul 10.00, tidak berada di tempat. "Hari ini memang belum kelihatan," ujar salah satu pegawai DPRD Trenggalek.

Begitu pula ketika dihubungi ke nomor selulernya, tidak ada jawaban hanya terdengar nada sambung. Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Trenggalek mengirim surat ke masing-masing cabup dan cawabup yang ditandatangani Ketua DPRD Trenggalek, Akbar Abbas. Surat dengan nomor 900/682/406.046/2010 itu tentang rencana anggaran biaya kampanye pertama sebesar Rp 57 juta untuk keperluan konsumsi, transportasi, publikasi, serta lainnya.(Ra-Tu/haz)

0 komentar:

Poskan Komentar

TULIS KELUHAN ANDA DI SINI