Senin, 08 November 2010

Arisan Sastra : Awal Kebangkitan Sastrawan Trenggalek?!

Ibu Penny Mulyadi, baca puisi,
ternyata juga seorang sastrawati!
Arisan Sastra yang digagas oleh QLC ( Quantum Litera Center ) Trenggalek, Jawa Timur, memasuki bulan ketiga. Acara ini disepakati oleh para seniman sastra Trenggalek untuk rutin digelar pada setiap Sabtu malam Minggu awal bulan. Menurut Nurani Soyomukti, Ketua QLC, arisan ini tercetus begitu saja saat beberapa teman penggemar sastra di Trenggalek sedang kongkow-kongkow, lalu berlanjut mereka bicarakan dalam jejaring face book, dan dibulatkan dalam sebuah forum copy darat, demikian pengakuan Nurani Soyomukti. 

"Arisan ini kami selenggarakan sebagai wadah menyalurkan dan mengasah kemampuan di bidang sastra khususnya puisi serta menumbuhkan minat gemar membaca dan menulis", katanya.

Sabtu malam (6/11) Arisan Sastra bertempat di Pendopo Agung Trenggalek. Dalam kesempatan itu hadir Ibu Penny Mulyadi, bahkan juga turut mengundang kepala SKPD beserta istri yang pada malam itu berpakaian hitam-hitam sebagai bentuk bela sungkawa atas musibah-musibah yang terjadi di Indonesia.

Penggalangan Dana Peduli Merapi
"Kita tidak boleh mendudukkan diri merasa lebih tinggi dari orang lain disebabkan jabatan kita ataupun jabatan suami kita. Saya juga sering lupa kalau menjadi istri bupati", guraunya ketika memberikan sambutan. Selain itu, Isteri Bupati Trenggalek tersebut juga menegaskan bahwa Masyarakat Trenggalek mempunyai potensi yang besar di bidang sastra, salah satunya ada yang telah dinobatkan sebagai penulis muda oleh Menpora pada tahun 2007 bernama Nurani Soyomukti yang berasal dari Kecamatan Watulimo. Oleh karena itu, potensi-potensi itu perlu untuk diasah dengan acara semacam Arisan Sastra ini.

Selanjutnya, ibu Penny Mulyadi mengharapkan kepada kepala SKPD beserta istri untuk bisa menjadi kepanjangan tangan dari acara ini. Setiap ada agenda rapat atau pertemuan lainnya diharapkan untuk bisa mensosialiasikan gemar membaca dan menulis kepada peserta rapat. Dalam acara itu beliau juga turut menyumbangkan beberapa bait puisi.

Relawan Peduli Merapi diberangkatkan oleh Ibu Penny
Bersamaan dengan acara arisan sastra, malam itu juga dilakukan pengumpulan dana sukarela untuk korban Merapi di Yogya. Di luar dugaan dana yang terkumpul sejumlah Rp 6.263.000,-. Selanjutnya dana tersebut disampaikan kepada 7 orang Relawan Pemuda Trenggalek Peduli Yogya untuk disumbangkan kepada korban bencana Gunung Merapi yang diberangkatkan oleh Ibu Penny Mulyadi tepat pada pukul 22.00 WIB malam itu juga.

Sementara itu, nampaknya pihak pemerintah dan masyarakat Kabupaten Trenggalek telah melupakan, bahwa pada awal tahun 1980, seorang anak muda Trenggalek pernah pula meraih gelar sebagai Juara Pertama Mengarang Puisi  Tingkat Nasional. Pada saat itu, D. Jawawi Imron  sastrawan dari Madura bertengger di peringkat keempat (Harapan I), yakni dalam Sayembara Mengarang Puisi yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Sahabat Pena Seluruh Indonesia, yang diikuti oleh lebih dari 11.000 peserta mahasiswa dan masayarakat umum dari seluruh Indonesia. Pemuda itu selain memperoleh piagam Penghargaan dari Menpora Abdul Gafur, juga diberi hadiah berupa pesawat televisi. Kala itu, bupati yang berkuasa di Trenggalek adalah Soedarso.

Semoga, arisan sastra yang sudah berlangsung selama tiga putaran bisa langgeng dan merupakan titik awal bangkitnya sastrawan Trenggalek.
Related Posts with Thumbnails

1 komentar:

Poskan Komentar

TULIS KELUHAN ANDA DI SINI